• Welcome Message

    Selamat Datang Di Dunia Bola

'MU Menua dan Kian Mudah Dikalahkan'

Posted by Arsenal Fans On 00.52 0 komentar

Meski masih berpeluang jadi juara di Premier League dan Liga Champions, Manchester United dianggap tengah dalam kondisi buruk saat ini. The Red Devils terlalu mudah dikalahkan dan pemainnya mulai banyak yang menua.

Demikian diungkapkan mantan pemain Liverpool yang kini menjadi komentator BBC, Alan Hansen, jelang laga MU kontra Bayern Munich di leg kedua babak delapan besar Liga Champions.

Pernyataan Hansen jelas tak salah, kekalahan atas Chelsea akhir pekan kemarin menjadi yang ketujuh diderita The Red Devils di Liga Inggris saja. Jumlah tersebut merupakan kekalahan terbanyak yang diderita MU dalam semusim sejak 2003/2004, di mana mereka menelan sembilan kekalahan dan duduk di posisi tiga klasemen akhir.

"MU lebih mudah dikalahkan musim ini, sebuah fakta yang digarisbahawi dengan tujuh kekalahan yang sudah ditelan di Liga Inggris musim ini," tulis Hansen dalam kolomnya di Telegraph seperti dikutip dari Yahoosports.

Menurut mantan pemain Liverpool di periode 1977–1991 tersebut, ada setidaknya tiga faktor yang membuat MU mengalami penurunan performa seperti musim ini.

"Mereka mulai menua, mereka juga kurang ulet dan yang terakhir sederhana saja, mereka tak sebagus yang sebelum-sebelumnya," lanjut Hansen.

Beberapa pemain senior yang kini dimiliki MU dan terbukti masih sering dimainkan Sir Alex Ferguson adalah Garry Neville (35 tahun) dan Paul Scholes (35). Di bawah mistar MU juga punya ada Edwin van der Sar yang sudah 39 tahun, meski kiper Belanda itu masih punya penampilan yang sangat-sangat baik.

Kebutuhan utama peremajaan pemain MU justru ada di lini depan. Soalnya kini ada jurang yang cukup besar antara Wayne Rooney dengan Dimitar Berbatov atau Michael Owen, yang justru sering disibukkan dengan urusan cedera. Padahal Fergie juga belum berani memberi kepercayaan pada Federico Macheda untuk jadi pemain reguler.

Rooney saat ini sudah mencetak 34 gol diseluruh kompetisi, sementara Berbatov baru 12 kali menjebol gawang lawannya. Di belakang striker Bulgaria itu ada Owen dengan sembilan gol dan Paul Scholes yang melesakkan enam gol.

Lihat selengkapnya...

Saatnya Mengembalikan Nasri

Posted by Arsenal Fans On 00.50 0 komentar

London - Di Arsenal Samir Nasri sering dimainkan di posisi sayap. Bisa jadi tak lama lagi pemain Prancis itu bakal kembali ke posisinya seiring dengan cederanya Cesc Fabregas.


Fabregas mengalami cedera pada tulang fibula dan harus beristirahat selama enam pekan. Itu berarti Arsenal tidak bisa menggunakan sang nyawa permainan hingga musim domestik berakhir.

Arsenal tidak perlu panik untuk mencari siapa pengisi posisi dari Fabregas karena mereka sudah memiliki pemain yang dinilai layak untuk melapis sang kapten.

Dia adalah Samir Nasri. Dukungan atas kelayakan pemain bernomor punggung delapan itu terus mengalir. Setelah sebelumnya gelandang Denilson mengatakan bahwa Nasri bisa menggantikan Fabregas, kini giliran eks The Gunners Emmanuel Petit menyatakan hal serupa.

"Nasri bisa lebih baik ketika bermain sebagai gelandang tengah. Ia terus berkembang dalam beberapa bulan terakhir dan saya yakin dia bisa bermain di posisi itu," kata Petit seperti dikutip dari BBC.

Selama ini Nasri sendiri lebih sering diturunkan di posisi sayap. Ada pun posisi aslinya memang seorang gelandang tengah. Dengan banyaknya "dukungan" yang mengalir pada pemain 22 tahun itu, maka ini merupakan saatnya bagi manajer Arsene Wenger untuk mengembalikan Nasri ke posisinya.

"Ia bisa melakukan tugas itu. Ia terus menunjukkan peningkatan baik itu dari segi fisik mau pun mental. Dia bukan pemain yang dulu lagi, kini dia menyadari apa yang dia harus lakukan untuk bermain di level tertinggi," tukas Petit yang merupakan gelandang Arsenal di periode akhir tahun 1990-an tersebut.

Lihat selengkapnya...

Wasit MU-Chelsea Kena Sanksi

Posted by Arsenal Fans On 00.47 0 komentar

London - Wasit pemimpin pertandingan Manchester United kontra Chelsea, Mike Dean terkena sanksi menyusul sejumlah keputusan yang dinilai tidak adil dalam laga tersebut.


Seperti diberitakan Guardian, Dean diturunkan ke Divisi Championship untuk akhir pekan nanti.

Dalam laga MU versus Chelsea (3/4/2010), wasit yang masuk dalam kelompok elit FIFA sejak tahun 2002 itu banyak mengeluarkan keputusan yang dinilai tidak adil. Di antaranya adalah tidak memberikan penalti kepada ketika Yuri Zhirkov melanggar Park Ji-sung dan saat Gary Neville menjatuhkan Nicolas Anelka.

Wasit berusia 41 tahun itu juga mengesahkan gol Federico Macheda yang dalam prosesnya sempat menyentuh tangan striker muda Italia tersebut.

Tidak hanya Dean, asisten wasit Simon Beck juga "dibuang" ke Divisi Championship untuk akhir pekan nanti. Kesalahan Beck adalah tidak mengangkat bendera tanda off-side untuk gol Chelsea yang dicetak Didier Drogba.

Dean sudah mendapat kejelasan nasib bahwa ia tak akan terlalu lama bertugas di kasta bawah. Ia akan menjadi wasit keempat dalam laga Liga Primer Wigan kontra Portsmouth pada 14 April. Sementara nasib Beck masih belum diketahui harus berapa lama berada di "pengasingan".

Lihat selengkapnya...

Arsenal Menjelang Puasa Tahun Kelima

Posted by Arsenal Fans On 00.46 0 komentar

Entah sampai kapan fans Arsenal bisa tahan melihat timnya cuma bermain atraktif tapi tak bisa membawa pulang trofi juara. Kalah atas Barcelona, The Gunners mendekati lima tahun penantian tanpa gelar.

Liga Inggris kini menjadi satu-satunya kesempatan Arsenal menyudahi musim dengan meraih gelar juara. Tapi semua tahu kalau perjuangan itu bakal sangat sulit karena ada Manchester United dan Chelsea yang menghadang.

Dinihari tadi The Gunners menutup kansnya mengukir sejarah dengan menjuarai Liga Champions untuk kali pertama setelah dikandaskan Barcelona dengan agregat 6-3. Sebelumnya pasukan 'Gudang Peluru' juga sudah out dari Piala FA dan Piala Carling.

Kondisi seperti itu membuat Arsenal terancam memasuki tahun kelima puasa gelar juara. Kalau Anda masih ingat, kali terakhir Arsene Wenger mengantar pemainnya mengangkat trofi juara adalah tahun 2005 lalu, setelah memenangi Piala FA.

Pembangunan Emirates Stadium, yang menguras banyak uang kas, sempat jadi dalih buruknya daya saing tim tersebut di kompetisi lokal dan Eropa. Arsenal terpaksa tak mengikuti tren Chelsea, Manchester United atau Liverpool yang berulang mendatangkan pemain bintang.

Kondisi tersebut sesungguhnya sejalan dengan filosofi kepelatihan Wenger yang lebih tertantang membentuk pemain dibanding membeli yang sudah jadi. Dalam prosesnya, kerja-keras pria asal Prancis itu cukuplah berhasil. Rasanya tak ada yang menyangkal kalau dalam beberapa musim terakhir Cesc Fabregas dkk disebut memiliki permainan paling atraktif di Premier League.

Maka saat undian Liga Champions mempertemukan Arsenal dengan Barcelona, publik pun menunggu apa yang kemudian disebut sebagai duel sepakbola atraktif, yang pastinya juga menyerang.

Namun sebagaimana sejarah sudah tercatat, Arsenal belum jadi tandingan sepadan buat The Catalans. Usai bermain imbang 2-2 di Emirates Stadium, dinihari tadi Nou Camp jadi kuburan buat Arsenal setelah 2 x 45 menit laga berkesudahan 4-1 untuk tuan rumah.

Untuk kali kesekian, permainan menghibur Arsenal tak cukup untuk mengantar mereka memenuhi ekspektasi fans: menambah trofi juara.

Sebenarnya masih ada harapan Arsenal menjuarai Liga Inggris musim ini karena ketinggalan tiga angka atas Chelsea di posisi teratas dengan lima pertandingan tersisa masih sangat mungkin di kejar. Namun dengan banyak cedera pemain yang menghantam saat ini, daya saing The Gunners untuk bisa mengulang keberhasilan di musim 2003/2004 lalu jelas bakal sangat sulit.

Jika itu benar terjadi, maka akan genap lima tahun Arsenal menjalani puasa gelar juara. Kondisi yang rasanya sulit diterima mengingat mereka adalah klub besar Inggris dan salah satu kekuatan yang diperhitungkan di Eropa.

Lihat selengkapnya...

Barcelona Terlalu Kuat untuk Arsenal

Posted by Arsenal Fans On 00.30 0 komentar

Penyerang Arsenal, Nicklas Bendtner, mengaku kecewa timnya tersingkir dari Liga Champions, menyusul kekalahan 1-4 (agregat 3-6) dari Barcelona, di leg kedua perempat final, di Camp Nou, Selasa (6/4/2010). Namun, menurutnya, Barcelona terlalu kuat untuk "The Gunners".

"Kupikir, mereka mungkin tim yang lebih baik dan kadang-kadang, Anda kalah seperti itu. Lebih mudah untuk menerima (kekalahan) ketika Anda bermain buruk. (Kami tidak buruk), namun mereka memainkan sepak bola yang sangat indah," ulas Bendtner.

"Bila Anda akan kalah dalam sebuah pertandingan, Anda ingin menyerah kepada tim yang bermain (lebih baik dari Anda). Kupikir, kami berusaha sebaik mungkin. Namun, mereka terlalu kuat bagi kami," lanjutnya.

Lebih jauh, Bendtner mengatakan, kehebatan Barcelona pada leg kedua itu terletak pada kejelian mereka melihat kesalahan lawan dan dengan memanfaatkannya secara maksimal.

"Gol yang mereka ciptakan sedikit lucu karena kami memberikan bola kepada mereka. Namun, itu tadi adalah penyelesaian akhir yang luar biasa dan mereka mencetak gol lagi dan lagi dan sulit bagi kami mengejar," ungkapnya.

"Kupikir, secara keseluruhan mereka adalah tim yang lebih baik malam ini. Ia (Lionel Messi) adalah pemain yang fenomenal dan ia menunjukkannya lagi tadi," tandasnya.

Pada pertandingan itu, Bendtner membobol gawang Barcelona di menit ke-18 untuk membawa Arsenal unggul. Namun, tiga menit kemudian, Lionel Messi berhasil memanfaatkan kesalahan kontrol bola Mikael Silvestre untuk menyamakan kedudukan dan menambah tiga gol lagi setelahnya.

Lihat selengkapnya...